Laman

Rabu, 22 Februari 2017

HOAX

Hoax, bukan sebuah informasi yang salah, namun sebuah informasi yang dengan sengaja dibuat untuk menghasilkan sebuah informasi bohong menjadi informasi yang" benar". Hoax dapat berbentuk penipuan atau pemalsuan yang dibuat secara terampil dalam berbagai bidang dan hoax telah berhasil dipaksakan masuk ke publik dalam bidang politik, agama, ilmu pengetahuan, seni, dan literatur.
Salah satu hoax yang paling terkenal dalam dunia  ilmu pengetahuan terjadi pada tahun 1912 ketika Charles Dawson mengklaim menemukan tengkorak dan tulang rahang  manusia yang berusia lebih dari 500.000 tahu dan tidak seperti jasad lainnya pada periode yang sama: seperti tengkorak tersebut menggambarkan  penemuan penting pada penelitian tentang evolusi manusia. Penemuan ini membingungkan ilmuan untuk beberapa dekade.
Setelah lebih dari empat puluh tahun, hoax tersebut diungkap. Pada tahu 1953, analisis kimia digunakan untuk mengetahui umur dari tulang tersbut, dan ditemukan bahwa tulang tersebut adalah tulang manusia modern yang dengan terampil dibuat seperti berumur ratusan tahun. Fakta lainnya adalah tengkorank yang ditemukan adalah milih manusia, sedangkan tulang rahang adalah milik orang utan (Deborah Phillips, Longman).

Akhir-akhir ini hoax menjadi salah satu senjata paling ampuh untuk menjatuhkan seseorang atau organisasi tertentu. Lucunya hoax bukanlah sebuah kelasahan yang tidak disengaja melaikan dibuat dengan sengaja oleh sesorang untuk membohongi orang lain. Dalam ilmu pengetahuan, hoax juga bisa muncul dan yang mengejutkan kebohongan yang diciptakan Charles dawson telah berhasil  membohongi para ilmuan selama lebih dari 40 tahun. Hal tersebut masih bisa dimaklumi karena teknologi belum berkembang pesat, sehingga sulit untuk membuktikan bahwa pernyataan Charles dawson hanyalah sebuah tipuan. Lalu bagaimana dengan hoax saat ini? Hoax diklaim memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan cahaya.
Akibat perkembangan teknologi, hoax dengan mudah disebarkan. Namun yang disayangkan adalah perkembangan teknologi tidak membuat seseorang yang menerima berita hoax mampu memverifikasi kebenaran berita tersebut. Alih-alih ingin menjadi yang tercepat dalam mempopulerkan 'berita besar', kita dengan mudah percaya sebuah kebohongan yang telah orang lain ciptakan. Sayang disayangkan memang. Bahkan hoax menyebabkan seseorang terbunuh di daerah  Kalimantan. Bijaksanalah dalam menyebarkan berita. Ada banyak cara untuk menelaah kebenaran suatu berita, misalnya dengan menanyakan lansung kepada sebuah instansi yang bersangkutan (contohnya seperti kasus rel kereta yang terputus akibat longsor di Brebes, bisa ditanyakan kepada akun resmi media sosial PT. KAI).

Mulai sekarang "Ayo perangi HOAX!". Berita semenarik apapun, pastikan bahwa kita tidak mudah tertipu dan kita bangsa yang cerdas!

-My last day, Intern in kumparan.com lho :)-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar